Translate

6/13/2023

DAMPAK BUDAYA KOREA SELATAN YANG MENDOMINASI KEHIDUPAN REMAJA MILENIAL. ESSAY

 

DAMPAK BUDAYA KOREA SELATAN YANG MENDOMINASI KEHIDUPAN REMAJA MILENIAL.

Anida zuhair/MPI 2A

221250001

Serang, 12 Juni 2023

MPI FTK UIN SMH BANTEN

PENDAHULUAN

Banyaknya industri hiburan yang di produksi oleh negeri ginseng tersebut telah mewarnai kehidupan remaja di Indonesia negeri tercinta ini, mulai dari drama, musik, fashion, hingga kuliner yang pasti sudah sangat familier di mata, lidah dan telinga anak remaja. Budaya Korea Selatan berkembang dengan pesat dan meluas serta mudah diterima oleh masyarakat Indonesia hingga menghasilkan Korean wave (budaya dan gaya hidup korea) tidak tanggung-tanggung banyak sekali anak muda yang menyukai serial drama hingga genre musik yang di bawakan oleh boygroup dan girlgroup. Musik-musik yang di bawakan oleh penyanyi- penyanyi dari Korea Selatan tersebut dinamakan K-POP (Korean pop).

Budaya asal negeri ginseng tersebut lebih tersosialisasikan di kalangan remaja lewat industri hiburan K-POP hingga terbentuknya fandom-fandom (kumpulan penggemar) seperti EXO-L, ARMY, BLINK, dan NCTZEN, dari tersosialisasikannya musik K-POP banyak sekali orang ramai yang membuka bisnis makanan, pakaian, hingga photo card yang berkaitan dengan artis favoritnya atau disebut dengan bias. Tidak hanya dari musik, drama dan kuliner saja yang dapat mensosialisasikan budaya Korea Selatan, tapi banyak sekali dari produk-produk skincare yang menjadikan artis dari negeri ginseng itu sebagai Brand ambassador untuk iklan produk mereka agar banyak yang tertarik hingga penjualan produk kecantikan itu cepat melejit, baik dari Online shop maupun toko kecantikan.

Para remaja tidak hanya berambisi menyukai idol mereka tetapi mereka juga berambisi untuk memiliki kulit mulus dan putih cerah agar sama seperti idol mereka, bahkan ada yang sampai rela merogoh kocek milyaran demi bisa operasi plastik agar memiliki kulit putih serta wajah yang menawan persis seperti orang Korea Selatan. Lalu bagaimanakah cara membatasi ketertarikan terhadap budaya Korea Selatan?

 

PEMBAHASAN

Beragam budaya Korea mulai dari drama, film, musik, acara televisi festival budaya, kuliner, produk elektronik, fashion, style, dan kosmetik mulai mendominasi kehidupan masyarakat Indonesia. Kepopuleran Korean wave [1]saat ini sedang marak di Indonesia, terutama pada kalangan remaja milenial. Negara Indonesia rupanya menjadi target pasar yang mejanjikan bagi agensi-agensi hiburan dari Korea selatan grupband dari produksi agensi itulah rupanya yang telah banyak menyita hati para penonton.

Banyak remaja milenial [2]di Indonesia yang menyukai K-POP dan K-drama secara tidak langsung, remaja milenial di Indonesia sedang mengkonsumsi budaya-budaya Korea selatan, para remaja sangat antusias dan gembira terhadap maraknya Korean wave. Mereka juga tidak tanggung-tanggung memperlajari budaya dan Bahasa Korea akibat dampak dari idola mereka, melalui beberapa variety show dan drama Korea yang menyita banyak perhatian. Fenomena Korean wave tentunya karena pemerintah pusat yang tidak membatasi produk korea yang masuk, yang membuat munculnya kerja sama sister city[3]. Gelombang korea semakin menyerang industri hiburan, namun bagi penggemar korean wave mereka punya cara tersendiri untuk menjaga eksistensi Bahasa Indonesia[4], dengan memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada sesama penggemar internasional dan idola mereka. Contohnya adalah dengan menulis reaksi mereka terhadap postingan sebuah foto idola mereka, mereka menuliskan komentar dengan berbahasa Indonesia, relasi dari sosial media yang luas bukan hanya dari Indonesia dan korea selatan saja, namun ada yang dari Inggris, Thailand, Jepang, dan termasuk Malaysia.

Dampak positif dari Korean wave sendiri adalah memperluas wawasan tentang Negara Korea Selatan, karena kemajuan transportasi dan teknologi serta banyaknya konser yang di gelar di Indonesia akan mendatangkan banyak penggemar dari internasional, hal itu bisa menjadi kesempatan untuk memperkenalkan budaya dan mempromosikan wisata Indonesia ke dunia, tentunya Indonesia makin dikenal di seluruh dunia[5].

KESIMPULAN DAN SARAN

Popularitas Korean wave saat ini sedang dominan di Indonesia, terutama di kalangan milenial. mulai dari teater, film, musik, acara televisi hingga festival budaya, kuliner, produk elektronik, fashion, gaya, dan kosmetik mulai mendominasi kehidupan masyarakat Indonesia. Efek positif dari Korean wave sendiri akan memperluas wawasan Korea Selatan, karena perkembangan transportasi dan teknologi, serta banyaknya konser yang diselenggarakan di Indonesia akan menarik banyak penggemar internasional. Ini bisa menjadi kesempatan untuk menunjukkan budaya dan mempromosikan pariwisata Indonesia ke dunia. Tentu saja, Indonesia semakin terkenal di dunia.   Remaja diharapkan mampu bersikap kritis dan mendukung budaya lokal tanpa menutup mata dan telinga serta menjaga keseimbangan antara budaya Korea dan budaya Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA

Ri'aeni, Ida. "Pengaruh budaya korea (K-POP) terhadap remaja di Kota Cirebon." Communications 1.1 (2019): 1-25.

Valenciana, Catherine, and Jetie Kusmiati Kusna Pudjibudojo. "Korean Wave; Fenomena Budaya Pop Korea pada Remaja Milenial di Indonesia." Jurnal Diversita 8.2 (2022): 205-214.

Rahmadini, Farah Yuniar, 2023. “Cara Penggemar K-pop Menghadapi Gelombang Korea Untuk Menjaga Eksistensi Bahasa Indonesia”. Diakses dari: jatengtoday.com/ gelombang-Korea, pada tanggal 7 juni 2023.

Marlinda, Ajeng Puspa, 20 September 2018. “Diplomasi Budaya Korea Selatan di Indonesia (2002-2017)”. diakses dari: Repository.umy.ac.id. pada tanggal 12 Juni 2023.

Pratika, Nazira Aulia, 10 Januari 2022. “Dampak Positif dan Negatif Korean wave bagi Generasi Muda” diakses dari: Kompasiana.com pada tanggal 12 Juni 2023.



[1]. Ri'aeni, Ida. Pengaruh budaya korea (K-POP) terhadap remaja di Kota Cirebon. 

“Gelombang korea, dimana budaya Korea menyebar secara global dan mendunia”.

[2] Valenciana, Catherine, and Jetie Kusmiati Kusna Pudjibudojo. Korean Wave; Fenomena Budaya Pop Korea pada Remaja Milenial di Indonesia.

“Remaja yang melek dan adaptable terhadap teknologi”. 

[3] Marlinda, Ajeng Puspa, 20 September 2018. Diplomasi Budaya Korea Selatan di Indonesia (2002-2017).

“Dua kota yang berbeda lokasi dan administrasi politik dengan tujuan menjalin hubungan budaya dan kontak sosial penduduk”.

[4] Rahmadini, Farah Yuniar, 2023. Cara Penggemar K-pop Menghadapi Gelombang Korea Untuk Menjaga Eksistensi Bahasa Indonesia.

[5] Pratika, Nazira Aulia, 10 Januari 2022. Dampak Positif dan Negatif Korean wave bagi Generasi Muda.

Bagaimana melakukan organisasi di kampus Luar negeri?

Bagaimana melakukan organisasi di kampus Luar negeri? "Preparation to be a student in Turkey."   "Bagaimana cara aktif organi...